Rumus Pemupukan N, P, & K pada Tanaman Padi
misalkan dalam satu musim kita pakai unsur
N = 250 kg
P = 200 kg
K = 150 kg
contoh soal :
pak Mardi memiliki Lahan seluas 3000 m2 dan beliau mengaplikasikan pupuknya selama satu musim di aplikasikan sampai 3 x Pemupukan. pertanyaannya adalah, berapakah kebutuhan pupuk yang mengandung unsur N, P, dan K dalam sekali aplikasi?
jawab
luas lahan 1 Ha adalah 10.000 m2
pertama kita jawab Unsur N dulu
rumusnya adalah : luas lahan di bagi satuan Hektar di kalikan dengan kebutuhan pupuk dalam satu musim
3000:10000x250 = 75 kg
karena akan di aplikasikan sampai 3 x dalam semusim berarti 75 : 3 = 25 kg
sekarang Unsur P
rumusnya sama : luas lahan di bagi satuan Hektar di kalikan dengan kebutuhan pupuk dalam satu musim
3000:10000x200 = 60 kg
karena akan di aplikasikan sampai 3 x dalam semusim berarti 60 : 3 = 20 kg
sekarang Unsur K
rumusnya sama : luas lahan di bagi satuan Hektar di kalikan dengan kebutuhan pupuk dalam satu musim
3000:10000x150 = 45 kg
karena akan di aplikasikan sampai 3 x dalam semusim berarti 45 : 3 = 15 kg
selebihnya kita bisa menambahkan pupuk Organik untuk mengimbangi kesuburan tanah karena pengaruh pupuk kimia tadi.
demikian informasi yang bisa saya sampaikan, dan semoga ada manfaatnya. Aminnnnn!
apabila ada saran atau masukan mengenai pemupukan berimbang yang baik dan membangun dengan senang hati saya terima saran atau masukannya.
Senin, 14 Januari 2013
Fungsi Hormone Auksin, Sitokinin, Giberelin, dan Asam Absisat
Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel. Hormone auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh). Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya, tumbuhan akan memmbengkok ke arah cahaya matahri. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan siferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apical (ujung) batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral (samping) atau tunas ketiak. Bila tunas apical batang dipotong, tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apical.
Fungsi lain dari auksin adalah merangsang cambium untuk membentuk xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel, membentuk dinding sel primer (dinding sel yang pertama kali dibentuk pada sel tumbuhan), menghambatnya rontoknya buah dan gugurnya daun, serta mampu membantu proses partenokarpi. Partenokarpi adalah proses pembuahan tanpa penyerbukan.
Pemberian hormone auksin pada tumbuhan akan menyebabkan terjadinya pembentukan buah tanpa biji, akar lateral (samping), dan serabut akar. Pembentukan akar lateral dan serabut akar menyebabkan proses penyerapan air dan mineral dapat berjalan optimum.
2. Giberelin
Giberelin merupakan hormone yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormone auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amylase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.
Giberelin juga berfungsi dalam proses pembentukan biji, yaitu merangsang pembentukan serbuk sari (polen), memperbesar ukuran buah, merangsang pembentukan bunga, dan mengakhiri masa dormansi biji. Giberelin dengan konsentrasi rendah tidak merangsang pembentukan akar, tetapi pada konsentrasi tinggi akan merangsang pembentukan akar.
Giberelin pertama kali diisolasi dari jamur Giberrella fujikuroi. Hormone giberelin dapat dibagi menjadi berbagai jenis, yaotu giberelin A, giberelin A2, dan giberelin A3 yang memiliki struktur molekul dan fungsi yang sangat spesifik. Misalnya, hormone giberelin yang satu berpengaruh terhadap pertumbuhan, sedangkan yang alin berpengaruh terhadap pembentukan bunga.
3. Sitokinin
Sitokinin adalah hormone yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Fungsi sitokinin adalah :
- Merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dan batang dengan menghambat dominansi apical
- Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk
- Memperbesar daun muda
- Mengatur pembentukan bunga dan buah
- Menghambat proses penuaan dengan cara merangasang proses serta transportasi garam-garam mineral dan asam amino ke daun.
- Sitokinin diperlukan bagi pembentukan organel-organel semacam kloroplas dan mungkin berperan dalam perbungaan
- Merangsang sintesis protein dan RNA untuk mensintesis substansi lain
4. Asam absisat (ABA)
Asam absisat merupakan senyawa inhibitor (penghambat) yang bekerja antagonis (berlawanan) dengan auksin dan giberelin. Asam absisat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Hormone ini berfungsi untuk mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, misalnya kekurangan air, dengan cara dormansi. Kekurangan air akan menyebabkan peningkatan kadar hormone asam absisat di sel penutup stomata. Akibatnya, stomata akan tertutup dan transpirasi berkurang sehingga keseimbangan airdapat dijaga.
Minggu, 13 Januari 2013
CARA MENANAM TOMAT
Tips Cara Menanam Tomat yang Baik
Kategori
Budidaya Tomat,
Informasi Umum
Sebelum kita mulai menanam ada baiknya anda perhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Meskipun tanaman tomat merupakan tanaman perdu, namun tingginya yang tingginya bisa mencapai 3 meter, jadi sediakan ruang yang cukup agar tanamannya dapat berkembang baik.
- Usia tanaman tomat cukup pendek yakni kurang lebih 4 bulan dan akan mati setelah dipanen.
- Tomat harus mendapatkan sinar matahari dalam jumlah banyak dan lingkungan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi namun permukaan tanahnya tidak tergenang air. Kurangnya sinar matahari dapat menyebabkan tanaman ini terserang penyakit, sedangkan terlalu banyak air akan menyebabkan akarnya busuk.
Pada tahap ini meliputi pemilihan benih dan persiapan lahan yang akan ditanami. Untuk pemilihan bibit tomat baik pilihlah biji yang utuh, tidak cacat, bersih, dan tidak keriput. Bibit dapat dengan mudah diperoleh di toko pertanian, namun jika Anda tidak dapat menemukannya, Anda dapat membuatnya sendiri. Caranya adalah dengan memilik buah tomat yang berukuran besar dan sudah masak kemudian ambil bijinya dan keringkan. Cara pengeringannya tidak boleh langsung terkena sinar matahari. Cukup diangin-anginkan saja dan apabila cuacanya bagus, benih tomat akan siap dalam waktu 2-3 hari.
Sedangkan untuk persiapan lahan, Anda dapat menanam tomat langsung di tanah maupun menanam tomat pada polibag berukuran 10 kg. Jika langsung ditanam di tanah pastikan agar membuang gulma dan menggemburkan tanah tersebut terlebih dahulu. Jika di tanam di polibag, pastikan ntuk mengisinya dengan tanah yang gembur sampai dengan 3/4 kantong tersebut. Akan lebih bagus apabila media yang dipakai merupakan percampuran antara kompos dan tanah. Pastikan agar bagian bawah polibag dilubangi agarar kelebihan air pada saat penyiraman dapat langsung dibuang dan tidak menyebabkan genangan air.
Tahap Pembibitan
Sebelum menanam tomat pada media yang telah di tentukan, sangat dianjurkan agar dilakukan persemaian terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit tanaman yang kuat dan sehat. Anda dapat menyemaikan biji benih pada tray berukuran 30x15x15 cm. Isi wadah tersebut dengan tanah gembur kemudian sebarkan benih tomat di atasnya, tutup dengan sedikit tanah di atasnya kemudian siram dengan air. Letakkan media persemaian tersebut pada tempat yang banyak terdapat sinar matahari, namun jangan letakkan langsung di bawah sinar matahari. Letakkanlah di tempat yang teduh karena terlalu banyak sinar matahari juga akan menghambat pertumbuhan benih tomat.

Apabila bibit tomat tumbuh terlalu berdekatan, Anda dapat melakukan penjarangan. Setelah 6-8 minggu, bibit tanaman tomat siap untuk ditanam pada media yang telah disediakan.
Tahap Penanaman

Tahap selanjutnya dalam tips cara menanam tomat yang baik adalah penanaman. Lakukan tahap ini dengan cara mengambil bibit yang telah disemaikan lengkap dengan akar dan tanahnya kemudian tanam di dalam media. Usahakan agar menanamnya agar dalam supaya tanaman tomat tidak gampang roboh. Setelah di tanam, siram tomat dengan menggunakan air yang telah dicampur pupuk urea. Anda tidak perlu mencampurkan terlalu banyak pupuk. Cukup dengan 1/2 liter air yang dicampurkan dengan 1/2 sendok teh urea untuk setiap tanamannya.
Pada saat menanam pastikan agar tanaman tomat diberikan jarang yang cukup lebar agar mereka tumbuh maksimal. Jarank yang disarankan adalah 30x30cm. Untuk yang ditanam di polibag Anda tidak perlu risau dengan jarak. Cukup sesuaikan saja sesuai ukuran tanaman.
Untuk minggu-minggu pertama penanaman tomat sebaiknya dihindarkan dari sinar matahari secara langsung terutama pada siang hari.
Tahap Perawatan

Ada 6 bagian penting dalam tahapan ini, yaitu :
- Penyiraman : sebaiknya dilakukan 2x sehari atau pada saat media tanam terlihat kering. Jangan terlalu banyak melakukan penyiram karena apabila terdapat air yang tergenang akan menyebabkan timbulnya penyakit.
- Pemupukan : cukup berikan 1 sdm pupuk NPK yang ditanam di dalam tanah dengan jarak kurang lebih 10cm dari batang tanaman. Pemberian pupuk dilakukan setiap 2 minggu sekali. Perlu diketahui bawah tanaman tomat lebih membutuhkan unsur P daripada unsur N, jadi sesuaikanlah pupuk yang Anda gunakan.
- Pemusnahan gulma : seperti yang kita tahu gulma menyerap nutrisi yang seharusnya diperuntukkan tanaman kita. Cukup dengan menyiangi tanaman-tanaman gulma tersebut atau dengan langkah preventif dengan menambahkan mulsa pada permukaan tanah.
- Pemasangan Lanjakan : tanaman tomat boleh dikatakan sangat rapuh dan membutuhkan sandaran/lanjakan agar dapat tumbuh dan berkembang. Karenanya, ketika tanaman tomat sudah mulai besar, perlu ditambahkan lanjakan untuk menopang tubuhnya.
- Pengendalian hama : Hama yang paling sering menyerang tanaman tomat adalah serangga berukuran kecil berwarna putih yang bernama aphid. Aphid menyerang tanaman tomat dengan menghisap nutrisinya sehingga tanaman tombat tumbuh tidak maksimal. Cara penanggulangannya adalah dengan memetik daun yang diserang kemudian membakarnya. Atau jika serangga ini sudah menyerang dengan sangat parah, bisa juga digunakan pestisida.
- Pemotongan Tunas Baru : setelah tanaman tomat mulai berbuah, perlu dilakukan pemotongan tunas baru agar kualitas buah yang dihasilkan menjadi lebih baik.

Tahap Panen

Nah, setelah kerja keras yang telah kita lalui, saat yang paling ditunggu datang yakni Panen Raya. Hal yang perlu diperhatikan ketika memanen, yaitu jika ingin langsung menggunakannya petik buah tomat yang sudah berwarna merah tua. Sedangkan apabila Anda ingin menyimpannya dahulu ada baiknya memilih tomat yang lebih mudah.
Cara menanam tomat yang baik memang gampang-gampang susah. Namun apabila dilaksanakan dengan baik niscaya hasil yang akan kita panen juga akan baik pula.
Referensi :
- http://www.anneahira.com/cara-menanam-tomat.htm
- http://www.scribd.com/doc/32157207/Menanam-Tomat-Skala-Rumah-Tanggaa
- Citra Agro Mandiri
CARA MENANAM PADI DALAM POT/POLYBAG
TANAMAN PADI DALAM POLIBAG
Setiap tahun kita kehilangan ribuan hektar lahan pertanian yang dialih fungsikan menjadi sarana perumahan, pertokoan, dan lain-lain. Hal ini tentu sedikit besarnya akan berpengaruh terhadap menurunnya hasil produksi pertanian terutama makanan pokok seperti padi/beras.
Menanam
padi dengan media polybag atau ember plastik yang akan saya paparkan
nanti walaupun tidak menjadi solusi bagi penambahan lahan pertanian dan
peningkatan hasil pertanian tapi diharapkan menjadi salah satu
alternatif kalau terus diperdalam dan dikembangkan.
Bagi
yang tinggal di pedesaan bertanam padi seperti ini akan jadi tidak
efektif, namun bagi yang tinggal di perkotaan Bertanam padi menggunakan
polybag mungkin akan jadi sebuah solusi yang bagus untuk mengatasi
ketiadaan tempat, selain itu bertanam padi dengan cara seperti ini bagus
juga sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang,
bahkan anda akan merasakan sensasi dan kebanggan yang luar biasa ketika
padi yang anda tanam dengan tangan anda sendiri tumbuh subur, buah
menguning dan berisi.
Untuk lebih jelasnya inilah tahapan penanaman padi polybag:
Bahan yang dibutuhkan:
- Tanah
- Polybag/ember plastik dengan diameter 30-40 cm
- Pupuk organik/kompos
- Benih padi
H-6 Penyemaian Benih
- Masukkan benih kedalam air, benih yang mengapung/ mengambang dibuang, yang tenggelam biarkan rendam 24 jam.
- Benih diperam/bungkus daun/kain/kertas koran 24 jam.
- Buatlan persemaian: 1 bagian tanah kering subur halus : 1 bagian Pupuk Organik Padat, aduk merata, diayak. Wadah persemaian dilapisi plastik. Tinggi lahan semai 5-7cm. Semaikan benih. Tutup benih dengan media semai tadi, tipis saja sekira 1-2mm.
- Pertahankan kelembaban benih dengan cara menyemprotnya dengan air biasa, tiap 4-6 jam. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung/teduh.
H-1 menyiapkan Media Tanam
Buatlah media tanam: 60% tanah : 40% Pupuk Organik/kompos. Aduk rata. Masukkan ke dalam ember atau polybag tidak berlubang minimal
20ltr, volume 30ltr lebih baik. Media tanam agak “dibukitkan” untuk
menanam benih ditengahnya, dan pengairan di pinggirannya.
Hari H Penanaman
- Tanamkan benih pada usia 5-7 hari.
- Tarik pangkal benih menggunakan tangan kanan, jaga agar butir padi (gabah) yang masih menempel tidak rusak (butir padi berfungsi sebagai ari-ari nutrisi akar & daun benih muda).
- Dorong pangkal benih secara horizontal dari pinggir hingga pangkal benih terbenam 1cm dengan butir padi menancap ke dalam tanah secara horizontal (pinggir), biarkan akar tergerai di permukaan tanah (jangan ditekan).
- Hanya 1 batang benih, daun tidak dipotong.
- Simpan di tempat terbuka-matahari penuh.
misalkan kita ambil jarak tanaman itu 30cm dan Volume Pot dengan ukuran 30cm adalah pertama kita gunakan rumus Volume Lingkaran L=
Pengairan/Penyiraman Sehari-hari
Umur Padi
|
Pengairan
|
0 – Berbunga merata
|
Macak-macak
|
Berbunga merata – Padi Menguning
|
Rendam 2-3cm
|
Padi menguning – Panen
|
Keringkan
|
Perawatan/ Penyemprotan
semua tanaman memerlukan perawatan guna terhindarnya dari serangan dari berbagai Hama/ Penyakit yang mengakibatkan menurunnya hasil panen. untuk itu tanaman padi pun perlu di rawat agar tanaman tetap sehat dan hasilnya pun meningkat. dan salah satu perawatan itu sendiri dengan melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman Padi tersebut, dan penyemprotan pestisida itu sendiri tergantung situasi yang terjadi pada tanaman padi itu sendiri. jikalau tanaman padi itu terkena hama maka semprotkanlah insektisida, jikalau terkena penyakit yang disebabkan oleh jamur maka semprotkanlah Fungisida.
dan mengenai aplikasi penyemprotan lakukanlah sesuai anjuran PPL setempat atau Formulator Pestisida, bila perlu tanyakan mengenai anjuran dosis dan takaran yang baik untuk penyemprotan/aplikasinya.
Panen
- Lakukan panen seperti pada umumnya.
- Jerami dapat digunakan untuk bahan baku Pupuk Organik Padat .
- Tanah/ media tanam dapat digunakan untuk musim tanam berikutnya. Caranya: airi media tanam hingga lembek, kemudian balikkan/telungkupkan sisa bonggol padi – Campur dan adukkan Pupuk Organik Padat – biarkan 1 minggu – tanami kembali benih dari persemaian seperti diatas.
Menanam padi dengan media polybag atau ember plastik yang akan saya paparkan nanti walaupun tidak menjadi solusi bagi penambahan lahan pertanian dan peningkatan hasil pertanian tapi diharapkan menjadi salah satu alternatif kalau terus diperdalam dan dikembangkan.
Bagi yang tinggal di pedesaan bertanam padi seperti ini akan jadi tidak efektif, namun bagi yang tinggal di perkotaan Bertanam padi menggunakan polybag mungkin akan jadi sebuah solusi yang bagus untuk mengatasi ketiadaan tempat, selain itu bertanam padi dengan cara seperti ini bagus juga sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang, bahkan anda akan merasakan sensasi dan kebanggan yang luar biasa ketika padi yang anda tanam dengan tangan anda sendiri tumbuh subur, buah menguning dan berisi.
Untuk lebih jelasnya inilah tahapan penanaman padi polybag:
Bahan yang dibutuhkan:
- Tanah
- Polybag/ember plastik dengan diameter 30-40 cm
- Pupuk organik/kompos
- Benih padi
H-6 Penyemaian Benih
- Masukkan benih kedalam air, benih yang mengapung/ mengambang dibuang, yang tenggelam biarkan rendam 24 jam.
- Benih diperam/bungkus daun/kain/kertas koran 24 jam.
- Buatlan persemaian: 1 bagian tanah kering subur halus : 1 bagian Pupuk Organik Padat, aduk merata, diayak. Wadah persemaian dilapisi plastik. Tinggi lahan semai 5-7cm. Semaikan benih. Tutup benih dengan media semai tadi, tipis saja sekira 1-2mm.
- Pertahankan kelembaban benih dengan cara menyemprotnya dengan air biasa, tiap 4-6 jam. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung/teduh.
Buatlah media tanam: 60% tanah : 40% Pupuk Organik/kompos. Aduk rata. Masukkan ke dalam ember atau polybag tidak berlubang minimal 20ltr, volume 30ltr lebih baik. Media tanam agak “dibukitkan” untuk menanam benih ditengahnya, dan pengairan di pinggirannya.
Hari H Penanaman
- Tanamkan benih pada usia 5-7 hari.
- Tarik pangkal benih menggunakan tangan kanan, jaga agar butir padi (gabah) yang masih menempel tidak rusak (butir padi berfungsi sebagai ari-ari nutrisi akar & daun benih muda).
- Dorong pangkal benih secara horizontal dari pinggir hingga pangkal benih terbenam 1cm dengan butir padi menancap ke dalam tanah secara horizontal (pinggir), biarkan akar tergerai di permukaan tanah (jangan ditekan).
- Hanya 1 batang benih, daun tidak dipotong.
- Simpan di tempat terbuka-matahari penuh.
Pengairan/Penyiraman Sehari-hari
| Umur Padi | Pengairan |
| 0 – Berbunga merata | Macak-macak |
| Berbunga merata – Padi Menguning | Rendam 2-3cm |
| Padi menguning – Panen | Keringkan |
Panen
- Lakukan panen seperti pada umumnya.
- Jerami dapat digunakan untuk bahan baku Pupuk Organik Padat .
- Tanah/ media tanam dapat digunakan untuk musim tanam berikutnya. Caranya: airi media tanam hingga lembek, kemudian balikkan/telungkupkan sisa bonggol padi – Campur dan adukkan Pupuk Organik Padat – biarkan 1 minggu – tanami kembali benih dari persemaian seperti diatas.
Citra Agro Mandiri
cara aplikasi/ Penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman padi
cara aplikasi/ Penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman padi
- lima tepat
- tepat waktu
- tepat dosis
- tepat pestisida
- tepat aplikasi
- tepat cara
- jangan menyemprot terlalu pagi di karnakan masih banyak embun di khawatirkan banyak pestisida yang ikut terjatuh bersamaan jatuhnya embun tersebut
- jangan terlalu terik atau panas antara jam 11.00-14.00 Wib karena kalau nyemprot pada jam-jam tersebut suhu lagi panas-panasnya, belum juga pestisida itu menempel pada daun dan sudah menguap terlebih dahulu oleh sinar matahari, ya mungkin masih ada yang menempel sih tapi tidak maksimal karena ada sebagian yang menguap oleh terik sinar matahari tersebut belum lagi tubuh kita yang berkeringat berlebihan dan pada saat berkeringat itu pori-pori tubuh kita membuka di khawatirkan ada pestisida yang masuk ke dalam pori-pori tubuh kita. jadi lebih baik jangan menyemprot di jam-jam tersebut
- jangan menyemprot di saat banyak angin apalagi menyemprotnya melawan angin di kahawtirkan pestisida itu mengenai muka kita dan terhirup oleh kita dan pastinya akan meracuni diri kita sendiri
- jangan menyemprot di waktu hujan karena jelas hanya akan membuang buang pestisida secara percuma saja karena pastinya banyak pestisida yang tercuci oleh air hujan bukannya melindungi tanaman dari hama penyakit tapi hanya membuang-buang pestisida secara percuma alias membuang duit secara percuma udah mah kita beli mahal-mahal tapi terbuang sia-sia bukan itu saja tenaga kita pun terbuang sia-sia juga.
- usahakan menyemprot pestisida itu sebelum terjadi serangan hama penyakit dalam arti jangan menyemprot nunggu sesudah terserang parah tapi semprot lah sebelum adanya serangan atau baru berupa gejala itu waktu yang tepat.
- gunakan Dosis sesuai anjuran perusahaan pestisida yang tertera pada label pestisida, hitung lah terlebih dahulu dosis anjuran yang tertera pada label, misal dosis pestisida X untuk tanaman padi itu 200 ml perHektar sedangkan lahan yang kita punya cuma 3000m persegi berarti cara menghitungnya adalah 3000m/10000m di kali 200ml = 60ml. 10000 adalah luasan Hektar, jadi dalam luasan 3000m itu cukup 60ml saja, atau bisa juga dengan menghitung melihat anjuran yang tertera pada label pestisida tersebut misalkan pada label itu untuk tanaman padi : 1-2 ml/L berarti kita tinggal kalikan saja dengan volume Tangki semprot yang akan kita pakai, misal tangki yang kita pakai itu ukuran 14 L berarti kita kalikan 14 dan bila dosis yang kita pakai 2 ml/L berarti dosis untuk tangki ukuran 14 Liter adalah 2x14=28 ml untuk satu Tangki.
- misalkan tanaman padi kita itu kena hama Sundep maka pestisida yang harus kita semprotkan adalah insektisida yang bisa menanggulangi sundep tersebut jangan sekali di semprot dengan Herbisida atau fungisida atau moluskisida karena kalau di semprot dengan selain insektisida yang bisa menanggulangi hama sundep tersebut maka jangan harap tanaman padi kita itu membaik yang ada malah semakin parah akibatnya kita menyalahkan pestisida tersebut padahal bukan salah pestisidanya tapi salah kitanya yang tidak mengerti kegunaan dari pestisida itu sndiri. kalau demikian kita harus mengerti dulu apa yang dinamakan insektisida, apa itu fungisidia apa itu herbisida apa itu moluskisida, bakterisida dll, insektisida adalah berasal dari dua kata yaitu insek dan sida insek adalah serangga dan sida adalah racun jadi insektisida adalah racun khusu untuk serangga atau Hama. sedangkan Fungisida adalah Fungi itu jamur dan sida itu racun jadi fungsida adalah racun untuk tanaman yang disebabkan oleh jamur, dan Herbisida adalah Herbi itu rumput atau dan sida itu racun jadi Herbisidia adalah racun untuk Rumput pengganggu tanaman inti. sedangkan Moluskisida adalah Moluskas itu Keong atau sejenis Keong dan sida itu racun jadi Moluskisida adalah racun untuk membunuh Keong. di lihat dari namanya yang berbeda-beda maka kegunaannya pun berbeda-beda jadi kita harus teliti dalam memilih atau menggunakan pestisida yang akan kita semprotkan pada tanaman kita jangan sampai kita sudah buang tenaga buang duit dan buang waktu untuk nyemprot pestisida itu tapi tidak ada perubahan yang lebih baik pada tanaman padi kita malah menambah rusak pada tanaman kita atau tidak ada reaksi apapun kan sayang.
- tepat dalam pengaplikasian pestisida maksudnya jangan mengaplikasikan pestisida setelah atau sesudah parah terjadi serangan hama penyakit melainkan aplikasikan atau semprotkan lah sebelum terjadinya serangan hama penyakit ya paling tidak baru cuma ada gejala lah kita aplikasikan atau kita semprot, karena kalau sudah terjadi serangan hama penyakit itu hanya untuk meminimalisir saja tidak untuk memusnahkan atau melenyapkan seluruhnya jadi kalau mengaplikasikan pas sudah terjadi serangan hama penyakit itu menurut saya tidak maksimal atau kurang memuaskan.
- bila kita hendak menyemprot pestisida perhatikanlah cara-cara menyemprot pestisida yang baik dan benar, mulai dari pestisidanya, dosisnya, waktunya dan caranya. dan cara meyemprot pestisida yang baik dan benar adalah pertama kita persiapkan tangkinya yang kedua kita perhatikan sprayernya karena sprayer itu sendiri banyak macamnya ada yang sprayer lubang empat ada yang sprayer lubang 2 dan ada juga sprayer lubang satu, dan fungsinya juga beda-beda antara sprayer lubang satu lubang dua dan sprayer lubang empat. kalau sprayer lubang satu khusus untuk nyemprot Herbisida kalau lubang dua untuk tanaman sayur-sayuran dan lubang empat untuk tanaman Padi
Langganan:
Postingan (Atom)
Archive
Blogroll
My Blog List
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Popular Posts
-
Mikro Organisme Lokal (MOL) Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hi...
-
cara aplikasi/ Penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman padi lima tepat tepat waktu tepat dosis tepat pestisida tepat...
-
CARA MENANAM TOMAT Tips Cara Menanam Tomat yang Baik Kategori Budidaya Tomat , Informasi Umum Untuk pasar Indonesia, ha...
-
Rumus Pemupukan N, P, & K pada Tanaman Padi misalkan dalam satu musim kita pakai unsur N = 250 kg P = 200 kg K = 150 kg contoh...
-
Ada beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengendalikan hama ...
-
CARA MENANAM PADI DALAM POT/POLYBAG TANAMAN PADI DALAM POLIBAG Setiap tahun kita kehilangan ribuan hektar lahan pertanian yang...
-
UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM PUPUK, ZAT PERANGSANG DAN SUPLEMEN TUMBUHAN A. Yang termasuk dalam unsur hara pupuk Non Organik: ...
-
Membuat Pupuk KCL Sabut kelapa selama ini biasanya dipergunakan sebagai bahan bakar/ untuk memasak kebutuhan dapur. Tetapi dibalik itu...
-
Fungsi Hormone Auksin, Sitokinin, Giberelin, dan Asam Absisat 1. Auksin Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu pros...
-
MEMBUAT HERBISIDA SENDIRI membuat atau meramu sendiri racun rumput yang murah tetapi tetap berdaya guna. Ada 3 resep yang sudah disajik...
Followers
Wong Tani
Blogroll
Blogger templates
Blogger news
Popular Posts
-
Mikro Organisme Lokal (MOL) Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hi...
-
cara aplikasi/ Penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman padi lima tepat tepat waktu tepat dosis tepat pestisida tepat...
-
CARA MENANAM TOMAT Tips Cara Menanam Tomat yang Baik Kategori Budidaya Tomat , Informasi Umum Untuk pasar Indonesia, ha...
-
Rumus Pemupukan N, P, & K pada Tanaman Padi misalkan dalam satu musim kita pakai unsur N = 250 kg P = 200 kg K = 150 kg contoh...
-
Ada beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengendalikan hama ...
-
CARA MENANAM PADI DALAM POT/POLYBAG TANAMAN PADI DALAM POLIBAG Setiap tahun kita kehilangan ribuan hektar lahan pertanian yang...
-
UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM PUPUK, ZAT PERANGSANG DAN SUPLEMEN TUMBUHAN A. Yang termasuk dalam unsur hara pupuk Non Organik: ...
-
Membuat Pupuk KCL Sabut kelapa selama ini biasanya dipergunakan sebagai bahan bakar/ untuk memasak kebutuhan dapur. Tetapi dibalik itu...
-
Fungsi Hormone Auksin, Sitokinin, Giberelin, dan Asam Absisat 1. Auksin Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu pros...
-
MEMBUAT HERBISIDA SENDIRI membuat atau meramu sendiri racun rumput yang murah tetapi tetap berdaya guna. Ada 3 resep yang sudah disajik...

